-->

Tuesday, January 26, 2016

Ini Pengakuan Sopir Taksi yang Debat dengan Polantas Soal Berhenti dan Parkir

Ini Pengakuan Sopir Taksi yang Debat dengan Polantas Soal Berhenti dan Parkir

Bigfox.id - Masih ingat soal Sopir vs Polantas yang sempat heboh beberapa waktu lalu lantaran kejadian tersebut terekam kamera? Di jagat maya, nama Abuyanis tiba-tiba jadi perbincangan hangat banyak orang setelah muncul video dari sebuah program televisi swasta yang memperlihat dirinya berdebat dengan polisi.

Video itu mendadak jadi ramai setelah netizen terpukau dengan keberanian dan pengetahuan Abu soal Undang-Undang Lalu Lintas.

Dia mulai menceritakan kejadian yang dialami pada 22 Desember 2015 di Jalan Hayam Wuruk, tepatnya di depan Harco Glodok, sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, diaberhenti di pinggir jalan dan melihat kompresor dari dalam taksi yang dikendarainya.

"Waktu itu toko sudah banyak yang tutup, saya cuma lihat-lihat kompresor, saya juga membaca situasi. Di situ leter P (Dilarang Parkir). Kalau saya turun saya salah, makanya saya enggak matiin mesin dan nyalain lampu sen kiri," cerita Abu.

Hanya berselang lima menit, dua petugas polisi dan seseorang yang membawa kamera datang menghampirinya. Dua polisi itu datang dari arah yang berlawanan. Abuyanis tidak panik dan takut karena dia yakin tidak melakukan kesalahan. Salah satu polisi langsung memperingatkan Abuyanis karena memarkirkan mobil di area terlarang.

"Pak kok parkir di sini?," kata Abuyanis menirukan polisi yang menginterogasinya.

"Saya enggak parkir Pak, saya lihat kompresor itu, tapi sudah mau tutup," lanjutnya.

Abuyanis menceritakan, polisi itu ngotot mengatakan bahwa dia memarkir kendaraan bukan berhenti.

"Bapak bisa bedain enggak yang mana parkir yang mana berhenti?" tanya polisi itu.

Sebelum berdebat soal pemahaman antara berhenti dan parkir,Abuyanissempat berbalik tanyamengenai identitas polisi itu. karena tidak bisa melihat nama yang tertera di dada,Abuyanismeminta polisi itu membuka rompi hijau yang dikenakan. Tapi polisi itu justrumenanyakan alasanAbuyanismeminta identitasnya.

Dia menjawab tenang. "Pak, Bapak ini kan pelayan publik, walaupun saya masyarakat kecil, saya juga berhak tahu identitas Bapak," katanya.

Polisi itu akhirnya membuka rompi hijaunya. Setekah itu polisi langsung menanyakan kelengkapan surat-surat. "SIM, STNK ada, semua lengkap. Enggak ada yang nggak lengkap. Bapak mau apa?," tanyanya.

Polisi itu langsung menilangAbuyanisdengan alasan memarkirkan mobil di area terlarang.Abuyanismeminta polisi tidak melakukan tilang karena dia tidak melakukan kesalahan. Tidakada pasal yang menunjukkan dirinya pantas ditilang.

"Kalau memang saya bersalah, pasal berapa? ayat berapa yang menyatakan saya bersalah? Tapi sayangnya mereka (polisi) tidak bisa menjawab," imbuhnya.

Pertanyaannya tak kunjung terjawab hingga akhirnya dia pasrah ditilang. Namun dua polisi itu justru tidak tahu apakah SIM atau STNK yang harus diambil. "Yah Bapak sendiri saja enggak tahu SIM apa STNK yang diambil," katanya saat itu sambil tersenyum. (*)

Share this:

Related Posts
Disqus Comments