Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin juga ikut memainkan game ini. Dengan memainkan game ini, Satar seolah-olah sedang menjadi detektif.
"Game ini seolah-olah mengajarkan untuk menjadi detektif. Karena selama ini game yang ada cara memainkannya hanya vakum diam ditempat. Alasan itu membuat saya juga ikut-ikutaan bermain," katanya, Senin (18/07/2016).
"Ini saya lagi cari Pokemon tapi masih bingung sekaligus penasaran cara memainkannya," tuturnya sembari sibuk mengitari tiap sudut ruangan Kantor DPRD Kota Pontianak di Jalan Sultan Abdurrahman untuk mencari monster Pokemon.
Menurutnya, game ini jika terlalu sering dimainkan bisa menyita waktu dan lupa diri. Untuk itu ia memainkannya hanya ketika berkunjung ke tiap-tiap ruangan. Misalnya saat berkoordinasi ke ruangan staf, fraksi-fraksi atau tiap ruangan komisi yang ada.
" Harus bisa membagi waktu dan ini hanya sambilan saja mencari Pokemon sambil mau ke ruangan staf," kilahnya.
Diakui anggota Fraksi PDIP ini, kemunculan game ini memang sangat bombastis dan dengan cepat menyebar ke seluruh dunia. "Yang jelas ini kan game yang sudah menjadi viral. Bahkan belum secara resmi dan baru akan diluncurkan di sekitar 200 negara," ungkapnya.
Melirik kebijakan yang dilakukan oleh Pemerintah DKI Jakarta yang akan bekerjasama dengan pihak penyedia game di objek, menurutnya patut dicontoh. "Kalau bisa ditempatkan ditempat umum agar pemain game ini tidak memainkannya di jalanan karena berbahaya. Bahkan sudah ada yang sampai jatuh ke jurang," ujarnya.
"Jadi sediakan saja tempat khusus seperti Taman Alun-alun Kapuas, Tugu Khatulistiwa, Tugu Digulis. Tempat-tempat yang luas dan bisa menampung banyak orang untuk berkumpul sekaligus meramaikan objek wisata serta taman yang ada," imbuhnya sambil berlalu dan kembali mencari monster. (Tribun)
