-->

Saturday, January 23, 2016

Tren Minum Kopi di Indonesia, Gaya Hidup atau Latah?

Tren Minum Kopi di Indonesia, Gaya Hidup atau Latah?

Dulu kopi banyak dinikmati oleh banyak orang untuk menghilangkan rasa kantuk yang melanda. Terlebih bagi para pria yang senang tidur hingga larut malam. Kopi juga identik dengan orang tua, lengkap dengan sebatang rokok. Bagi mereka yang kita sebut orang tua, kopi tanpa rokok ibarat sayur tanpa garam, seperti ada sesuatu yang kurang.

Kini zaman telah bergeser, begitu pula dengan gaya hidup yang terbentuk di tengah masyarakat, khususnya di Indonesia. Terlihat dari kopi yang kini bukan lagi sekedar kebutuhan ketika begadang, hal itu ditunjukkan dengan menjamurnya kafe dan kedai kopi di berbagai sudut jalanan.

Para penikmat kopi pun bertambah, mereka berasal dari berbagai kalangan. Pengamat gaya hidup, Sonny Muchlison menilai masyarakat Indonesia memiliki sifat "latah". Yakni, mengikuti sesuatu yang sedang menjadi tren.

Banyaknya kedai kopi juga mempunyai daya tarik tersendiri, itu akan merangsang seseorang untuk datang mencoba menu yang disuguhkan. Padahal, bagi pencinta kopi, kopi bukan hanya sekedar trend melainkan cara menikmati cita rasa kopi yang konsisten.

"Kopi itu sebenarnya tidak konsisten. Kepekatan dari kafein itu tergantung dalam proses pengolahan kopi. Kalau kopi itu digiling halus, kopinya akan lebih pahit. Biasanya dicampurkan tambahan lain untuk menghasilkan cita rasa yang diinginkan," jelas Sonny, Jumat (22/1).

Ia menilai terkadang anak muda hari ini menikmati kopi hanya sebagai pelampiasan. Mau begadang minum kopi, kumpul-kumpul bareng sambil ngopi, melepas penat dengan kopi. Tak hanya produk kopinya, lanjut Sonny, profesi pembuat kopi atau biasa disebut barista juga mulai diminati.

Barista merupakan suatu pekerjaan yang memiliki keahlian dalam meracik kopi yang berbasis espresso. Profesi ini menjadi ternama karena dibutuhkan keahlian khusus hanya untuk menyajikan secangkir kopi. Membutuhkan jam terbang dan pengetahuan lebih tentang berbagai jenis kopi untuk mejadi seorang barista.

Bagi mereka yang memang menjadi penikmat kopi sudah barang tentu mampu membedakan barista sungguhan atau yang hanya coba-coba. Itulah sebabnya, penikmat kopi sejati tidak akan memperdulikan fasilitas yang disajikan suatu kedai kopi. Ia akan kembali jika sudah merasa cocok dengan keahlian si barista. "Bedanya dengan yang latah, pencinta kopi mengutamakan cita rasa dari kopi dan konsistensi barista dalam menyajikan secangkir kopi," tandasnya.

Share this:

Related Posts
Disqus Comments