Boleh dikatakan nafsu Lapindo masih menggebu-gebu, lantaran Lapindo masih ngotot ingin membuka atau menggali sumur ke 2 di daerah dekat terjadinya tragedi lumpur Lapindo yang meluap sampai sekarang masih belum berhenti. Bagaimana bisa?? lumpur kemarin saja masih belum kering sudah mau menggali sumur ke 2 lagi??
Masyarakat di Desa Kedungbanteng jelas trauma dengan tetangga mereka yang rumahnya habis ditelan lumpur. Perasaan khawatir bernasib sama kadung melekat di benak para warga.
Meski demikian, Lapindo Brantas Inc., menyatakan melobi warga setempat, terkait dengan rencana pengeboran gas di wilayah Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Presiden Direktur Lapindo Brantas Inc, Tri Setyo mengatakan, mereka akan terus merayu masyarakat dan meyakinkan rencana pengeboran dilakukan aman.
"Kami akan terus melakukan pendekatan kepada masyarakat. Karena kami di sini menjalankan tugas untuk kepentingan negara, karena untuk memenuhi jaringan gas yang menjadi program pemerintah," kata Tri.
Tri menyatakan rencana pengeboran dilakukan di Tanggulangin sudah diperhitungkan dan dipertimbangkan dengan matang, terkait dengan segala macam risiko.
"Kami bekerja di bidang pertambangan gas dan minyak ini memang penuh dengan risiko, terutama pada risiko kerusakan lingkungan. Oleh karena itu, risiko kerusakan lingkungan merupakan poin penting yang harus dipertimbangkan dengan matang," lanjut Tri.
Dia meyakini lokasi perencanaan pengeboran di Kedungbanteng jauh dari pusat semburan lumpur terjadi saat ini.
"Oleh karena itu, kami akan melakukan pendekatan terkait dengan rencana kami untuk memenuhi tugas negara, yaitu memenuhi pasokan gas kepada warga masyarakat dan juga kepada industri yang ada di Sidoarjo serta Kota Surabaya," sambung Tri.
Disinggung tentang trauma di masyarakat terkait dengan semburan lumpur, Tri mengaku mempertimbangkan juga.
Share this:
Related Posts
