Belum lama kemaren kita lihat video penindakan polisi terhadap seorang sopir taksi tua yang berhenti di depan pasar dengan adanya tanda rambu dilarang parkir. Seperti yang kita ketahui bersama kalau rambu dilarang parkir dan dilarang berhenti itu berbeda. Namun polisi tersebut masih tetap menilang bapak sopir taksi tua tersebut dan malah menyebut bapak tua tersebut ngeyel.
Polisi masuk tv VS Supir ngerti Undang Undang, Parkir atau Berhenti ?
terkait berita tersebut, tim 86 NET meminta maaf atas kejadian tersebut. melalui akun instagramnya 86netmedia meminta maaf dan menyebutkan kalau polisi tersebut salah, seharusnya polisi tersebut hanya menginstruksikan sang supir untuk terus jalan agar tidak mengganggu aktifitas lalu lintas dan warga.
Disitu memang hanya larangan lambu dilarang parkir, tidak ada rambu larangan stop/berhenti,kenapa disitu ngga ada rambu larangan stop/berhenti karena disitu ada pasar dan aktifitas ekonomi, sudah pasti akan banyak aktifitas masyarakat disana, dan taksi tersebut berhenti dan tidak merintangi kendaraan yg lain sesuai pasal 105 ayat b.
Harusnya cukup polisi tersebut hanya dengan memerintahkan taksi tersebut untuk jalan tidak berhenti disitu tanpa harus ditilang, memang terjadinya kesalahan pada proses tilang oleh polisi waktu itu. Kami minta maaf yang sebesar2nya #siap8
Ternyata permintaan maaf itu palsu alias HOAX. ternyata akun instagram itu bukan milik Net Media, dan hanya akun kloningan. NET juga melalui akun resminya di FB mengklarifikasi pernyataan tersebut.
Kami dari NET. Mediatama Televisi menyatakan akun instagram @86netmedia ini bukan akun resmi milik NET. Segala isi posting dari akun @86netmedia ini di luar pengawasan dan tanggung jawab NET. Akun resmi program 86 NET hanya akun twitter @86netmediadan inilah tanggapan berbagai netizen atas klarifikasinya :
Lia Bunda Azza : Sy ga suka pas yg bapak supir berhenti di tilang gara2 d tuduh parkir.. Udh minta maaf bapakny tetep aja ngeyel.. Ilfil sm 86.. Pengennya tuh polisi yg nilang bapak tua tsbt minta maaf di publik jg.. Bener2 greget bgt, kasian sy liat bpk supirnya udh bener ga parkir + surat2 lengkap. Udh minta maaf pula n mohon jgn d tilang msh aja ngeyel polantasnya.. Males mending acara 86 hapus n ganti aja acara lain, pencitraan doank.
Makasih
Adit-ya : harus-nya NET Mediatama meminta maaf pada Pak Supir taksi itu, atau setidak-tidaknya menayangkan ulang dengan menyertakan penjelasan UU 22 Tahun 2009, sehingga ada keberimbangan dalam penayanganna. bukannya memblock akun yang menanyangkan ulang episode ini(dengan menertakan penjelasan UU) dan menghapus dari list playlist episode ini.
ini kan gak bertanggung jawab / lari dari tanggung jawab namanya. saya kira NET mediatama adalah media yang berkwalitas, krn inovatif acara-acaranya. namun kalau melihat sikap NET Mediatama, yg lari dari tanggung jawab seperti ini, takutnya muncul anggapan publik yang menganggap NET Mediatama sebagai media penjilat polisi.
Saya sangat-sangat yakin net mediatama menayangkan 86 untuk tujuan Edukasi, Oleh karena sikap bertanggung jawab perlu ditujukan oleh Net Mediatama, supaya publik melihat 86 memang untuk Edukasi.
Karena bagaimanapun tak ada gading yang tak retak, tinggal bagaimana cara kita memperbaki retakan tersebut.
